Kue Bolu

cake

Sejak dulu ia menyukai kue bolu. Bukan kue bolu yang berukuran besar. Melainkan sebuah kue bolu yang mungil, berbentuk kotak dengan permukaan yang kuning kecokelatan. Teksturnya kasar dan sekali menyantapnya, Engkau akan memerlukan segelas air agar kerongkonganmu tidak kering. Dulu harganya duapuluhlima perak perbuahnya. Tapi itu cerita masa lampau, hampir duapuluh tahun silam.

Kue bolu itu telah raib. Tidak ada lagi yang menjualnya. Mungkin penjualnya bingung berapa kisaran harga yang cocok untuk kue bolunya masa kini. Atau, mungkin kue bolu itu kalah dengan jajanan modern lainnya yang lebih legit dan bergengsi. Kalau melihat pancaran matanya, ia nampak rindu. Bukan hanya dengan kue bolu tersebut, tapi juga dengan masa lalunya.

Membeli kue bolu itu bukan sekedar keinginan untuk menyantapnya. Ia teringat ia harus menahan keinginannya untuk jajan atau membeli sesuatu lainnya seperti layaknya remaja belasan tahun. Semua kesabaran itu demi sebuah kue bolu dengan sisinya yang hanya tiga centimeter. Lantas dengan gembira ia akan berjalan kaki menuju toko penjual kue bolu itu. Sebuah toko yang terkesan berantakan dari penampilan luarnya, tapi menyimpan aneka jajanan lezat nan murah.

Semua ada prosesnya dan ia menikmati proses tersebut. Ia suka melihat-lihat kue bolu yang berdesakan dengan saudara-saudaranya sesama bolu dalam toples kaca besar. Ia lalu akan membandingkan antara kue bolu itu dengan wafer cokelat berbungkus super hero atau jajanan seperti mie yang kemudian dikremes. Ia hanya membandingkan rasanya dalam angannya karena yang dibeli pertamanya pastilah kue bolu itu.

Kue bolu itu sudah raib, entah sejak kapan. Penjual kue bolu di toko tersebut juga sudah tidak lagi terlihat. Terakhir kali melihatnya, ia sudah sangat tua dan hanya bisa tersenyum lewat pancaran matanya dari kursi rodanya.

Kue bolu itu berserat dan teksturnya kasar. Untuk menyantapnya Engkau akan perlu bantuan air, Kawan. Manisnya pun samar-samar, mungkin seperti ingatan dirinya akan masa silam yang secara perlahan-lahan ikut memudar.

gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 30, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: