Ruang Baca Membuat Rumah Nyaman dan Penghuninya Berwawasan

Buku itu bukan sekedar hiburan yang murah. Buku memiliki beragam manfaat bagi pemiliknya dan siapapun yang membacanya. Sejak kecil ayahku membiasakanku untuk membaca buku. Ya, aku kemudian tumbuh menjadi kutu buku. Ibuku kemudian membelikanku rak buku yang setiap waktu jumlahnya terus bertambah. Saat aku memiliki rumah sendiri aku memutuskan untuk memiliki ruang baca agar rumahku semakin nyaman dan penghuninya berwawasan.

Rasanya aku susah berpisah dari buku. Ketika ku merantau masa kuliah dan tinggal di sebuah kamar kos yang mungil, aku sisihkan ruang di lemari bajuku untuk menyimpan buku-buku bacaan. Awalnya hanya 1-2 buku. Lambat laun jumlahnya bertambah. Lemari pun tak muat dan aku membeli rak buku mini. Demikian pula ketika ku mendapat pekerjaan di ibukota, aku juga membeli rak buku dan menempatkannya di dekat ranjang. Saat aku menikah dan kemudian memiliki rumah, sebagian besar buku dari jaman ku kecil hingga dewasa kukumpulkan dan jumlahnya telah melebihi seribu buku.

Buku-buku fiksi favoritku membuatku berimajinasi

Buku sangat berguna dalam membuat artikel ringan ataupun jurnal ilmiah

Aku kegirangan melihat koleksi bukuku yang melimpah ruah seperti anak kecil. Buku-buku tersebut tentunya perlu tempat dan aku juga perlu ruangan khusus agar dapat membaca dengan nyaman. Maka ruangan di bagian tengah yang terpisah dari ruang depan dan dapur kugunakan sebagai ruang baca, sebuah perpustakaan mini. Ada enam rak buku mini dan satu rak buah besar di dalam ruangan tersebut.

Buku-bukunya kuatur sedemikian rupa agar memudahkan untuk mencarinya. Buku-buku tebal dan ber-hard cover kutempatkan di rak buku besar nan tinggi. Di rak paling atas adalah buku favoritku, Dinotopia, yaitu sebuah buku yang mengisahkan pertemanan antara bangsa manusia dan kalangan dinosaurus. Buku ini luar biasa karena imajinatif dan memiliki ilustrasi yang begitu cantik juga detail.

Saat ini rumahku sedang diperbaiki karena ikut terserang rayap. Rayap menjadi musuh besar buku, oleh karenanya jaringan kayu akan diubah menggunakan baja ringan agar aman dari rayap. Buku-buku itu terpaksa kuungsikan ke dapur. Nantinya ruang baca itu dindingnya akan kucat krem dan kutambahkan cat jingga sebagai aksennya. Kenapa jingga? Karena warna jingga konon menimbulkan semangat untuk membaca dan membuat bersemangat. Lampunya juga akan kupilih yang terang sehingga mata jadi nyaman. Lantainya akan kutebarkan permadani sehingga ruang baca ini akan semakin nyaman.

Ruang baca idamanku seperti di perpus kota Malang (dokpri sudah pernah ditayangkan do Detik Travel)

Oh ya aneka cat bisa dibeli di Ace Hardware. Waktu mengecat rumah bagian depan aku juga membeli catnya di Ace Hardware, Margocity Depok. Kami berdua juga membeli tangga lipat di sana yang memudahkan untuk memasang lampu dan mengambil buku di rak teratas. Belanjaan kami itu kemudian dikirim ke rumah, sehingga kami tidak kesusahan membawanya. Kami juga membeli gunting yang khusus kugunakan untuk menyampuli buku agar bukuku tetap awet dan bersih.

Hemmm jelang lebaran sepertinya rumahku baru selesai direnovasi. Aku sudah tidak sabar untuk menata buku serta menebarkan permadani di ruang baca yang beraksen jingga.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 2, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: