Ritme

Ketika aku berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain ada berbagai hal yang berubah. Terutama dalam hal ritme pekerjaan. Saat berkutat di bidang menulis dan sekarang di proyek TI tentunya ritmenya tidak sama. Sayangnya kawan-kawanku dan orang sekelilingku terkadang tidak memahaminya dan menganggapku kurang peduli dengan mereka.

Waktu bekerja kantoran biasa aku memiliki jadwal yang stabil. Berangkat pagi dan pulang petang. Malamnya aku bisa ambil kuliah. Ritme pekerjaannya teratur dan aku bisa mengatur kapan mulai sibuk.

Ketika mulai bekerja kantoran setelah sebelumnya bekerja di media massa yang jam kerjanya panjang, kadang bisa 17 jam dalam sehari, aku merasa begitu santai. Aku jadinya bingung di kosan apa yang kulakukan setelah jam kerja. Akhirnya waktunya banyak kugunakan untuk membaca. Masa-masa itu aku sangat banyak dan sering membaca. Hingga akhirnya aku memilih membuat blog dan berkuliah lagi.

Dulu ketika bekerja di media massa aku sering kekurangan tidur. Sampai rumah rata-rata pukul sebelas malam. Hari Senin bisa dini hari. Besoknya kadang ada liputan pagi bahkan kadang-kadang sebelum matahari terbit. Liburnya pun hanya sehari. Oleh karenanya ketika ada kawan datang cukup lama saat hari liburku sebenarnya aku agak terganggu. Aku hanya ingin tidur, membayar hutang tidurku selama seminggu. Ya sering kali aku tidur seharian dan baru benar-benar segar saat pukul 15 ke atas.

Setelah pindah dari pekerjaan kantoran yang rutin ke pekerjaan yang banyak mengurusi tentang proyek, lagi-lagi aku harus beradaptasi. Saat tidak ada proyek memang pekerjaannya santai, aku biasanya membuat paper untuk mengisi waktu atau jika malas maka membuat artikel blog. Akan tetapi ketika proyek berjalan dan mendekati deadline proyek, aku merasa sesak nafas. Harus lembur, harus mikir ini dan itu.

Kemudian aku beralih ke bidang menulis dimana lebih banyak di rumah. Orang-orang sekitarku yang tak tahu ritme kerjaku menganggapku malas karena jarang keluar rumah. Bangun pagi kemudian tidur lagi, kemudian terus bekerja atau kadang terjaga karena dikejar deadline. Jam kerjanya agak berantakan, tidak normal, tapi aku tetap bekerja dan menyukainya.

Ketika sekarang mengambil kerja full time lagi dan mengurusi proyek, lagi-lagi ritme pekerjaannku dipertanyakan. Kenapa tidak bisa makan siang reunian? Aku menjawab benar-benar tidak bisa karena besok ada deadline dokumen penting dan hari Jumat adalah finalisasinya. Lantas kenapa kok masih bisa jalan-jalan kapan hari? Ia bertanya.

Ia tak tahu jalan-jalan itu kuperoleh karena menang lomba dan aku harus menulis sejumlah artikel setelahnya. Sebelumnya aku juga harus mengerjakan ini itu agar aku diijinkan untuk cuti. Itu tidak benar-benar liburan sebenarnya.

i

Aku memang terlihat santai dan punya banyak waktu luang. Aku senang akan anggapan itu entah konotasinya negatif atau positif. Ya, aku masih bisa online dan menulis ini itu saat aku rehat sambil mencari ide untuk dokumen yang sedang kukebut, tapi aku nggak bisa kemana-mana untuk beberapa waktu ke depan.

Saat ini aku dikejar deadline tapi aku senang masih bisa online, masih bisa menulis ini itu. Ketika sibuk itulah, aku merasa waktu benar-benar berharga dan yang kuinginkan hanya makan enak dan tidur cukup.

Maafkan aku kawan-kawan yang mungkin terganggu karena aku tidak bisa hadir nobar dan tidak bisa memenuhi ajakan makan-makan. Biarkan saat ini aku menikmati akhir pekanku dengan bermalasan dan dengan caraku sendiri, agar aku tetap sehat fisik dan batin.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 30, 2018.

2 Tanggapan to “Ritme”

  1. Selamat menikmati akhir pekan Mba Dewi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: