Terkenang Saat Baca Tulisan Lawas

Malam ini aku membaca tulisan lawasku. Di antara ribuan tulisan dalam blog ini ada beberapa yang kutulis saat masih SMA. Sudah begitu lama. Dan saat aku membacanya, aku terkenang akan masa-masa itu. Sekaligus tersipu malu karena tulisanku kacau balau masa itu.

Ada tiga cerita yang kubuat semasa SMA. Waktu itu aku sudah duduk di bangku kelas tiga. Pikiranku sudah ruwet karena banyak tugas ini itu, diharuskan ikut berbagai lomba, juga kebingungan memilih jurusan saat kuliah.

Waktu itu aku ingin sekali kuliah di hubungan internasional dan arkeologi. Aku ingin sekali bekerja di kedutaan atau di lembaga internasional. Namun di satu sisi aku sangat suka akan sejarah dan ingin menjadi arkeolog bak Indiana Jones. Ya ada banyak hal yang ingin kuraih. Aku juga ingin menjadi wartawan keren seperti Tin Tin hehehe.

Cerita akan keinginanku jadi wartawan itu rupanya pernah kutulis di ceritaku yang dimuat di majalah alumni sekolah. Judulnya Lamunan Sesaat. Di situ aku menulis ngalor-ngidul tentang apa saja yang ada di benakku. Tak kuduga salah satunya terwujud. Aku pernah merasakan jadi kuli tinta dan beritaku pernah masuk berita internasional.

Entah kenapa aku kemudian memilih Teknik Informatika ITS sebagai pilihan pertama. Mungkin karena aku suka matematika atau mungkin karena ingin dianggap keren karena skornya (passing grade) paling tinggi di Jawa Timur. Entahlah. Aku memasukkan Hubungan Internasional Unair sebagai pilihan kedua dan Kimia Unair sebagai pilihan ketiga. Bagaimana jika aku tidak lolos di pilihan pertama dan masuk ke HI Unair? Mungkin ceritaku akan berbeda. Hidupku juga akan berkelok seandainya aku masuk Kimia Unair.

Dalam cerita Lamunan Sesaat aku bercerita apa saja tentang masa sekolah. Itu cerita yang tak terstruktur dan jujur. Aku terkejut ketika tulisanku itu tidak diedit sama sekali oleh pihak sekolah. Mungkin kawan-kawanku satu SMA baik satu angkatan, adik dan kakak kelas akan memiliki pandangan berbeda ketika membaca tulisanku tersebut. Aku tidak se-nerd dan sekalem yang mereka duga.

Ada lagi tulisanku tentang ulangan matematika. Judulnya Milih Mengerjakan atau Tidak. Hahaha guru matematika itu sangat berkesan bagiku. Bagaimana ia membuat suasana belajar di kelas itu tegang sekaligus kocak. Aku jadi penasaran bagaimana kabar guru matematikaku tersebut.

Berkat Beliau aku dapat nilai A untuk semua mata kuliah tentang matematika, baik Calculus I, II, Matematika Rekayasa, dan Matematika Diskrit. Beliau meskipun suka bikin tegang dengan aksinya yang suka asal menunjuk murid untuk mengerjakan di papan tulis tapi sangat piawai membuat matematika jadi terkesan mudah dan menyenangkan. Berkat Beliau juga maka ujian UMPTN untuk Matematika Dasarku semuanya benar. Ia guru yang canggih dan gigih.

Aku kangen masa SMA. Ah mungkin gara-gara aku habis menonton Dilan 1990 dan Meet Me After Sunset.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 23, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: