Hujan dan Selokan

Jam 1 siang ini langit begitu gelap. Rumahku yang saat siang hari tanpa cahaya lampu pun berubah jadi gelap, hampir seperti saat matahari mau terbenam. Wah bakalan hujan deras nih, aku mengucap spontan yang langsung dikabulkan. Hujan turun begitu derasnya.

Biasanya hujan-hujan gini apalagi saat akhir pekan enaknya tiduran berselimut. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Aku cemas. Kuatir rumah bocor dan airnya menggenang, juga was-was air selokan meluap.

Sejak selokan depan rumah diberi jeruji besi sampah-sampah begitu banyak tertinggal di situ. Dulu sebelum ada jeruji aku rajin membersihkannya. Aku mencabuti lumut dan mengambil sampah di dalamnya. Tapi ketika ada jeruji sampah begitu banyak. Aku jadi puyeng melihatnya.

Gang rumahku berupa jalan menurun. Dulu alasan diberi jeruji agar sampah tidak menumpuk di rumah paling bawah. Tapi kenapa selokan lainnya tidak diberi jeruji saja dan mereka juga dimintai membersihkan selokannya masing-masing ya?

Isi selokan di depan rumahku bukan hanya sampah daun. Banyak di antaranya limbah  kemasan plastik dan lainnya. Ketika hujan deras maka air selokan suka meluap ke jalan.

Selokan Tertutup

Banyak selokan yang ditutup agar tak menganggu pemandangan. Padahal ada bahaya yang mengancam.

Sekitar rumah kakakku, air selokan pernah masuk ke rumah gara-gara selokan yang tersumbat. Di dalam selokan ternyata penuh sampah dan jarang dibersihkan warga karena ada beberapa selokan yang ditutup semi permanen.

Banyak kejadian banjir karena selokan yang tersumbat. Selokan memang sebaiknya dibersihkan secara rutin dan tidak ditutup permanen. Ada baiknya juga apabila tiap rumah juga ada biopori dan tanaman untuk menahan air hujan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 31, 2019.

4 Tanggapan to “Hujan dan Selokan”

  1. Yang menjadi pertanyaan, salah siapa itu ? Suatu kepedulian dan kebijakan tidak harus bersifat personal, namun kebersamaan. Lalu bagaimana anda harus memulai….

    • Iya sih,memang perlu ada kerja sama antar warga. Dulu ada usulan agar saluran air tiap rumah jangan ditutup permanen dan saluran airnya dipecah agar tidak semuanya bermuara ke gang kami. Tapi entahlah sampai saat ini belum ada solusi. Dulu aku masih rajin membersihkan selokan ketika hanya berupa daun,tapi sekarang pasangan yang malam-malam biasanya membersihkannya. Soalnya sampah di selokannya banyak dan seringnya nampak menjijikkan. Aku juga bingung darimana sampah-sampah selain daun itu, apakah masih ada warga yang membuang sampah di jalan atau sampah di tong meluber dan terdorong angin.

  2. Sampah plastik memang masih menjadi masalah utama di negeri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: