In Memoriam Kucing Kidut

Kucingku Kidut tak mampu bertahan. Tubuhnya sangat lemah. Aku lemas mendapatkan kabar ia tiada pagi ini. Seandainya dan seandainya…

Seandainya Kidut tak kubawa ke klinik dan kubiarkan ia kurawat semampuku apakah bakal lebih baik? Ia sepertinya menggunakan energi terakhirnya untuk bertemu dan berpamitan denganku.

Tadi kami menguburnya. Di bawah pohon mangga kami. Ia lahir dan besar di sekitaran rumah kami. Aku ingin ia juga nyaman di sekitar kami saat ia melakukan peristirahatan terakhir.

Kidut si kucing putih yang lincah adalah kucing yang manis. Aku bahagia bersamanya. Ia kucing penyayang yang suka menghambur menyapaku, saat pagi dan juga saat aku pulang kerja.

Ia kucing yang baik. Semoga ia damai di alam sana.

~ oleh dewipuspasari pada November 30, 2019.

4 Tanggapan to “In Memoriam Kucing Kidut”

  1. Saya selalu sedih dengan kematian kucing, walaupun sudah mengalaminya berkali-kali. Juga suka berandai-andai, andai begini andai begitu, berharap umur mereka lebih panjang. Sekarang kucing Kidut sudah tidak sakit lagi. Saya turut berduka, semoga tetap tabah dan semangat ya Mbak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: