Ketika Nero Mengenalku di Luar Rumah

Melihat dan bertemu Nero di sekitar rumah dan di luar rumah terasa berbeda. Ketika di dalam rumah, Nero otomatis mengenalku. Ia sepertinya hafal suaraku. Tapi di jalan kadang-kadang ia bingung dan otaknya berpikir keras. Yang bikin ku senang dua kali ini aku bertemu Nero di jalan. Ia matanya membesar dan nampaknya mengenaliku. Ia kemudian membuntutiku hingga tiba di rumah. itu sungguh menyenangkan.

Kucing Nero tidak seperti si Mungil. Ia kucing yang suka berpetualang. Ia berjiwa pengembara dan ingin sekali menjadi kucing yang disegani. Ia biasanya suka sekali berpatroli pagi, siang, sore, dan malam. Jika lapar dan perlu dielus-elus dengan penuh kasih sayang maka ia pun pulang ke rumah.

Melihat Nero di luar rumah itu nampak berbeda. Ia seperti kucing asing.Ia nampak gagah kadang-kadang nampak menyedihkan. Ia kini tak segemuk dan sekuat dulu. Kebanyakan kelahi dan bertengkar. Nero kini wajahnya penuh luka dan bulunya tak seindah dulu.

Aku pernah menjumpai Nero di dua blok dari rumah. Aku terkejut ia berjalan sampai sejauh itu. Takut tak bisa pulang, aku pun menggendongnya pulang. Ia meronta-ronta di awal, tapi ketika melihat rumah, ia pun jadi tenang.

Kemarin Nero kulihat asyik bertelekan di depan rumah tetangga, di mulut gang, agak jauh dari rumah. Aku melihatnya dan langsung memanggil namanya. Nero. Telinganya berdiri. Ia lalu memandangku dan kemudian mengikutiku.

Nero, aku sayang kepadamu.

~ oleh dewipuspasari pada Januari 16, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: