Hobi Dulu dan Kini

Selain mengoleksi buku dulu aku punya kebiasaan mengumpulkan sesuatu yang tak umum. Dulu aku ikut-ikutan mengumpulkan kertas surat. Hanya disimpan dan tak digunakan. Kami suka bertukar kertas surat beserta amplopnya itu. Dulu harganya mahal untuk ukuran anak SD. Sekarang entah di mana koleksi kertas surat dan amplopku itu.

Koleksi kedua adalah mainan kertas yang di Malang disebut bongkar pasang. Ada beberapa karakter dari kertas, beserta aksesori dan pakaian gantinya. Dulu ini juga permainan yang menyenangkan. Menurutku permainan ini mampu mendorong imajinasi. Siapa tahu si anak bisa jadi desainer pakaian, cerpenis atau penulis skenarip film. Aku juga tidak tahu di mana koleksi mainan kertasku saat ini.

Koleksiku berikutnya adalah koin dan mata uang asing. Jika kawan atau aku berkesempatan ke luar negeri maka aku mengumpulkan benda-benda ini, setidaknya satu buah koin dan satu buah uang kertas. Sampai sekarang koleksi ini untungnya masih ada meski aku belum punya tempat untuk menyimpannya yang layak.

Koleksiku jaman SD lainnya adalah koleksi batu dan kliping resep masakan. Koleksi batu ini kuawali dengan menemukan beberapa batu apung dan batu lainnya yang menarik ketika berjalan kaki ke sekolah. Waktu itu aku menyukainya dan lama kelamaan kebiasaan ini hilang. Lalu aku mengumpulkan buah pinus yang telah kering dan jatuh. Ketika dewasa aku tak tertarik lagi, aku kuatir ada yang tak rela aku membawa batu dari sebuah tempat hiiiihhhh…

Untuk kliping resep masakan hingga SMP aku masih menyukai untuk mengumpulkannya. Koleksi klipingku juga berubah tak hanya soal resep makanan tapi juga kabar penemuan situs purbakala dan hal-hal menarik lainnya seperti berwisata ke suatu tempat yang unik. Oh iya juga resensi film. Aku dulu juga mengumpulkan resensi film dari koran. Mengguntingnya kemudian menempelkannya.

Rupanya kebiasaan membuat kliping itu memengaruhiku. Setidaknya aku jadi suka menulis ulasan film dan mengamati hal-hal yang menarik, bahkan pernah jadi kuli tinta. Dulu aku juga tertarik untuk masuk jurusan arkeologi dan menjadi seperti Indiana Jones atau Lara Croft hehehe.

Koleksi lainnya adalah amplop dan kartu pos. Ini koleksi yang masih kutekuni hingga kini. Aku suka sekali melihat-lihat koleksi kartu posku tersebut. Menatanya dan sesekali memajangnya.

Kini aku tak lagi menafkahi hobi. Aku makin jarang membeli buku. Entah kenapa aku merasa buku makin mahal. Tapi jika ada karya penulis favoritku atau buku langka maka aku tak kuasa membendung keinginan untuk membelinya.

Wah kini aku menafkahi para kucingku. Setidaknya aku ingin mereka sehat dan hidup lebih layak.

~ oleh dewipuspasari pada Februari 5, 2020.

6 Tanggapan to “Hobi Dulu dan Kini”

  1. saya jadi kepikir ternyata beberapa ada yg sama dengan saya. yang sama, buku dan majalah bobo, hotgame, sama tabloid fantasi yg ada kamen ridernya, pernah ngumpulin batu juga (sy tulisin pakai spidol tanggal batu itu mulai diambil), uang koin saya yg jadul, dan koin dingdong, yang bedanya sy pernah koleksi macam-macam merek air mineral dalam botol, atau kalaupun sama mereknya beda sumber mata airnya. pernah pengen koleksi laptop ThinkPad sempat terkumpul sampai 6 unit (sekarang sisa 2).
    sekarang koleksi bukunya banyakan yang berupa file dijital alias ebook, yang sebagian besar ehm bajakan.

    • Eh koleksi botol air mineral? Hahaha dulu aku juga suka koleksi botol yang unik,tapi habis itu kesannya nyampah jadi kubuang. Wah koleksi laptop? Mahal ya.
      Dulu sempat koleksi kamera jadul tapi akhirnya kusimpan saja.

  2. Sepertinya anak kelahiran 80 an ni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: