
Baju merah itu kutemukan di antara kaus dan kemeja yang jarang kupakai. Posisinya tersembunyi. Itulah alasan aku tak melihatnya sekian lama. Tapi rupanya ada alasan lain yang kemudian baru kuingat. Lanjutkan membaca ‘Baju Merah’


Baju merah itu kutemukan di antara kaus dan kemeja yang jarang kupakai. Posisinya tersembunyi. Itulah alasan aku tak melihatnya sekian lama. Tapi rupanya ada alasan lain yang kemudian baru kuingat. Lanjutkan membaca ‘Baju Merah’

Lillian kecil ingin sekali melihat mata ibunya kembali bersinar-sinar seperti dulu. Ia ingin ibunya tak berjarak seperti saat ini. Ia terus berlindung dengan buku-bukunya. Kepergian ayahnya dengan wanita lain membuat ia menutup diri. Hingga suatu ketika ia menemukan sebuah toko bahan masakan. Wanita berdarah Meksiko itu mengajarinya mengenal bahan dan bumbu. Sejak itu Lillian kecil mulai belajar memasak. Ia ingin masakannya bisa mengembalikan lagi ibunya. Lanjutkan membaca ‘“Kelas Memasak Lillian”, Ketika Makanan Melontarkan Keajaiban’

Nero, kucing kesayanganku, si ginger cat, beberapa hari ini terlihat lesu. Mukanya nampak mendung dan ia tak begitu bernafsu untuk makan apapun. Aku menyapanya, ia nampak menghindar. Tapi kemudian ia mau menerima usapanku ke kepalanya. Lanjutkan membaca ‘Nero Waktumu untuk Pensiun, Istirahatlah di Rumah’

Dalam penulisan artikel populer maupun cerita fiksi, ada petunjuk untuk melakukan show don’t tell, alih-alih menyebutkan sifat seseorang, rasa sebuah masakan, nama sebuah benda, dan sebagainya. Metode ini akan memberikan deskripsi yang lebih lengkap dan membuat pembaca akan lebih mudah membayangkan dalam benaknya. Lanjutkan membaca ‘“Show Don’t Tell”, Mengganti Sebuah Kata dengan Deskripsi’

Aku punya banyak ide. Tapi bingung bagaimana memulainya untuk dijadikan sebuah tulisan. Kadang-kadang ide tulisannya A eh kemudian tulisannya malah lari ke sana ke mari dan berujung ke B. Sebenarnya bagaimana sih cara mewujudkan ide menjadi sebuah tulisan? Lanjutkan membaca ‘Bagaimana Mewujudkan Gagasan menjadi Sebuah Tulisan?’