Belajar Asyik di Era Digital dengan Akses Internet Cepat

•Juli 5, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Rumah orang tua di Malang sudah mulai sepi. Tetangga, kenalan, dan para saudara sudah berkunjung ke rumah. Keluarga kakak dan para keponakan asyik bermacet ria menuju kawasan wisata Batu. Sementara aku menjaga rumah, sambil menunggu pasangan mendapat ide akan beraktivitas kemana hari tersebut. Seraya menunggu, aku membuka aplikasi e-learning, mengunduh materi dan membacanya, sambil menjawab kuis minggu tersebut. Lanjutkan membaca ‘Belajar Asyik di Era Digital dengan Akses Internet Cepat’

Dua Kucing Saat Hujan

•Juli 4, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Si Mungil dan Nero baru selesai makan
Mereka menyantap nasi dan ikan dengan lahap
Si Mungil lalu menguap lebar
Habis makan mata terasa berat Lanjutkan membaca ‘Dua Kucing Saat Hujan’

Ke Masjid Agung Jami’ Malang

•Juli 3, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Petang itu Alun-alun Kota Malang begitu ramai oleh pengunjung. Sejak direnovasi, taman ini memang nampak lebih cantik. Ada air mancur, wahana permainan anak-anak cuma-cuma dan sebagainya. Setelah senja membayang, sebagian pengunjung beralih tempat ke sebelah barat, di Masjid Agung Jami’ Malang. Lanjutkan membaca ‘Ke Masjid Agung Jami’ Malang’

Jajan Pasar Murah Duaribuan

•Juli 2, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Onde-onde, Carabikang, Ote-ote isi ayam, Susis Solo, Kue Lapis,dan Kue Lumpur nampak mengundang selera. Keberadaan kue-kue tersebut membuat suasana pasar tradisional Tawangmangu menjadi semarak. Aku pun tertarik dan menepi ke stan tersebut. Wah jadi bingung pilih yang mana. Lanjutkan membaca ‘Jajan Pasar Murah Duaribuan’

Keripik Tempe dan Keripik Buah Masih Lekat di Hati

•Juli 1, 2017 • 2 Komentar

Apabila pulang kampung ke kota Malang maka kakak suka membelikan oleh-oleh berupa keripik tempe dan keripik buah. Camilan ini sudah lama eksis di kota Malang dan variannya semakin beragam. Meskipun makin banyak jenis kue kekinian, tapi keripik tempe dan keripik buah masih lekat di hati. Lanjutkan membaca ‘Keripik Tempe dan Keripik Buah Masih Lekat di Hati’