Kisah Si Burung Pemarah

angry birds

Film kartun Angry Bird beberapa waktu lalu sangat populer sehingga dimana-mana, tas, notes, tempat pensil, dan alat tulis anak-anak lainnya memiliki gambar kartun tersebut. Filmnya juga diputar beberapa bulan lalu yang ternyata lumayan menghibur.

Filmnya masih tentang burung pemarah yang hidup di sebuah pulau tak berpenghuni manusia melainkan sekawanan burung yang tak bisa terbang dan gerombolan babi yang culas. Adalah Red, burung pemarah yang harus mengikuti kelas manajemen kemarahan setelah mengacaukan sebuah perayaan di sebuah keluarga. Ia mengikuti kelas bersama burung-burung yang juga bermasalah, seperti ‘the flash’ Chuck yang nakal, burung hitam Bomb yang suka meledakkan sesuatu jika kesal, dan burung yang sangat kuat bernama Terence.

The_Angry_Birds_Movie_poster

Red sendiri menjadi pemarah bukan tanpa sebab. Ia burung yatim piatu yang tak punya kawan dan sering diolok-olok gara-gara alis tebalnya. Ia merasa hidupnya penuh kesialan sehingga ia melampiaskannya dengan kemarahan dan kata-katanya yang tak disaring.

Suatu saat ia dan para burung menemukan ada kapal yang akan merapat ke pulau mereka. Ternyata ada babi berwarna hijau. Mereka mengaku hanya berdua dan ingin menjadi tamu yang baik. Setelah Red dan dua kawannya menemukan banyak babi bersembunyi di dalam kapal, para burung menganggapnya tak sopan masuk kapal tamu tanpa ijin.

Ketika babi tersebut mencuri telur para burung, mereka juga masih tidak percaya. Hingga para burung melihat kampung mereka rusak dan tak ada telur tak bersisa, mereka pun kemudian menjelma menjadi para angry birds dan siap berkonfrotasi ke pulau babi. Sedangkan elang yang menjadi penjaga pulau burung masih terbuai dengan kejayaan masa silamnya dan enggan turut membantu.

Film The Angry Birds bagi saya menghibur dan cukup kocak. Bahkan jika dibandingkan dengan Zootopia, saya lebih suka Angry Birds yang aksi komedinya lebih banyak dan berhasil membuat saya terpingkal-pingkal.

Saya merasa simpati dengan Red dan di film ini latar belakang Red dikupas sehingga penonton bisa mengetahui alasan si burung menjadi mudah marah. Para burung ternyata juga memiliki berbagai kemampuan unik sehingga membuat film ini makin berwarna-warni.

Ceritanya mungkin mudah ditebak, demikian pula ending-nya. Akan tetapi dinamika alurnya begitu tertata dengan baik sehingga saya merasa terhibur dengan aksi Red dan kawan-kawannya.

Detail Film:
Judul : The Angry Birds
Sutradara : Clay Kaitis dan Fergal Reilly
Pengisi Suara: Jason Sudeikis, Josh Gad, Danny McBride, Maya Rudolph, Sean Pean, Peter Dinklage
Rating : 8/10
Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 18, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: