Tiga Jam di Kota Bandung, Jalan-jalan Kemana Saja?

Matahari yang awalnya malu-malu itu kemudian menampakkan cahyanya keseluruhan di kota Bandung pada hari yang cerah. Sinar matahari yang berlimpah itu membuat seisi kota seolah bercahaya. Aku siap untuk menjelajah Paris van Java.

Tak banyak waktu yang kupunya untuk menjelajahi kota Bandung. Sore hari kami akan beranjak ke Kabupaten Bandung, di kawasan Pengalengan. Hanya sekitar 3-4 jam di pusat kota, apa yang akan kulakukan?

Berawal dari Gedung Sate
Mobil elf itu terparkir tak begitu jauh dari Gedung Sate maka kaki ini pun melangkah menuju ke arah Gedung Sate dan Taman Lansia. Matahari sudah tinggi tapi hawa tak begitu terik, alhasil masih banyak wisatawan yang berfoto di depan Gedung Sate.

Dulu aku bertanya-tanya kenapa nama gedung ini diberi julukan Gedung Sate. Apakah lokasinya berada di tusuk sate, ataukah ada semacam monumen sate? Ternyata penamaan ini dikarenakan gedung ini memiliki ornamen tusuk sate pada menara utamanya.

Gedung Sate ini sehari-harinya merupakan kantor gubernur Jawa Barat. Selain sebagai pusat pemerintahan tingkat satu, kawasan gedung ini kerap digunakan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai acara. Seperti beberapa waktu lalu halaman gedung ini menjadi tempat penyelenggaran Festival Film Bandung, salah satu penganugerahan kepada insan film yang bergengsi.

Dari Gedung Sate kami pun menuju Taman Lansia. Meskipun namanya Taman Lansia, pengunjungnya tidak banyak yang terdiri dari kakek nenek. Malah banyak yang masih berseragam duduk-duduk di sini mengerjakan pekerjaan rumah.

Taman ini luas dengan banyak pepohonan. Taman yang asri ini pantas disebut paru-paru kota karena hawa terasa segar meskipun aku tengah berjalan-jalan di pusat kota.

Taman Lansia ini diresmikan tahun 2014. Awalnya namanya Taman Cisangkuy. Oleh karena pengunjungnya juga ada yang berusia lansia dengan adanya jalan setapak dengan bebatuan untuk refleksi, maka kemudian nama Taman Cisangkuy berubah nama menjadi Taman Lansia.

Kami hanya berjalan-jalan dan duduk sejenak menikmati suasana. Oleh karena baru makan siang kami tak tertarik untuk membeli makanan. Tapi kalau untuk cemal-cemil sih tak masalah, masih ada tempat di perut.

Di sisi luar taman ini ada banyak penjaja makanan, dari jajan yang mudah dijumpai seperti batagor dan siomay, juga ada berbagai jajanan yang lagi hits seperti Banana Roll Cake dengan berbagai topping seperti keju atau cokelat.

Spot berikutnya adalah kedua museum, Museum Geologi dan Museum Pos Indonesia. Museum Geologi ini kurekomendasikan untuk disinggahi. Isinya menurutku seperti perpaduan museum di Kebun Raya Bogor dan Museum Gunungapi Merapi di Yogya, dengan tambahan koleksi lain yang khusus ada di museum ini.

Museum Geologi ini sudah tua. Awalnya didirikan tahun 1928 kemudian sempat direnovasi dan dibuka lagi pada tahun 2000. Lokasinya strategis, tak jauh dari Gedung Sate dan Taman Lansia.

Museum ini terdiri atas dua lantai. Lantai pertama terdiri atas tiga ruang, sedangkan lantai atas juga memiliki tiga ruang dengan koleksi yang berbeda.

Di lantai pertama pengunjung mendapat asupan ilmu tentang sejarah petumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Ada berbagai replika fosil makhluk hidup di sini, termasuk replikasi fosil dinosaurus.

Sedangkan di bagian kiri dari pintu masuk terdapat berbagai vitrin yang menyimpan informasi tentang tata surya dan geologi Indonesia.

Puas di lantai dasar, aku pun menuju lantai kedua. Di lantai atas pengunjung diberikan pengetahuan tentang pertambangan, bahaya gunung berapi, mineral dan energi, serta sumber daya air dan pemanfaatannya.

Masih ada waktu beberapa saat. Kami pun menuju Museum Pos Indonesia sambil sekalian kembali ke lokasi kendaraan diparkir. Museum ini lokasinya dekat dengan Gedung Sate. Di sini koleksinya tak jauh-jauh dari benda pos, timbangan surat, sepeda pos, kotak pos, surat-surat, dan perangko.

Selain wisata kota, wisatawan juga dapat berwisata ke sekitaran Bandung, seperti Tangkuban Perahu, Lembang, Kawah Putih, Kampung Gajah, Obsevatorium Bosscha, Trans Studio Bandung, Perkebunan Teh Malabar dan masih banyak lagi. Aku sudah pernah ke sana pada kunjungan sebelumnya dan memang panoramanya indah.

Dari Bandung juga tak jauh melanjutkan perjalanan wisata ke Sumedang, Indramayu, dan Cirebon. Atau sekalian menuju ke Subang dan Purwakarta.

Menuju Bandung
Bandung tak jauh dari Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang. Rata-rata waktu tempuhnya 3 – 4 jam. Oleh karena lokasinya yang tak jauh maka kota ini menjadi destinasi wisata favorit.

Pilihan berkendaranya beragam. Kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi, bus, kereta api, ataupun travel. Saat ini layanan travel ini ada di berbagai kota dan di berbagai tempat. Travel banyak dipilih karena waktunya lebih fleksibel, aman, dan nyaman.

Apabila domisili Kalian di Tangerang juga tidak perlu was-was karena juga ada berbagai pilihan travel Tangerang Bandung. Dari Tangerang menuju Bandung melewati Tol Cipularang sekitar 3,5-4,5 jam. Pilhan operator travel beragam seperti XTrans, Big Bird, Bimo Trans, Daytrans, dan Citytrans. Lokasi penjemputannya bisa di Karawaci, BSD, Bintaro, Kota Tangerang, Pamulang, dan masih banyak lagi.

Oleh karena saat ini musim hujan, maka jangan lupa sedia topi, payung, sandal, dan jaket agar liburan Kalian tetap nyaman dan Kalian tetap sehat. Lebih baik lagi jika Kalian ambil cuti, misal cuti Jumat dan Senin, sehingga liburan Kalian lebih nyaman dan tidak terganggu kemacetan pada akhir pekan. Selamat berwisata.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 14, 2019.

2 Tanggapan to “Tiga Jam di Kota Bandung, Jalan-jalan Kemana Saja?”

  1. Hanya cangkruk di warung kopi jl Pasir Koja semalam dan paginya kembali ke Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: