Wah Ada Masjid Tjia Khang Hoo yang Kental Ornamen Tionghoa

Ketika sedang menelusuri rute menuju Taman Delonix, ada masjid dengan nama Tionghoa. Aku pun penasaran dan kemudian singgah ke sana sebelum main ke taman. Masjid tersebut adalah Masjid Tjia Khang Hoo.
Daerah Pekayon Pasar Rebo ternyata luas. Wilayahnya tidak hanya di dekat Cijantung dan Kalisari, melainkan juga ke area seberangnya yang dipisahkan oleh Jalan Raya Bogor. Ketika menuju masjd unik tersebut, rupanya kami melalui pertigaan menuju Cibubur, kemudian berbelok ke Jalan Tipar. Lokasi masjid tersebut sedikit masuk dari tepi jalan. Alamatnya di Jalan H. Soleh RT 02/07. Penandanya adalah papan bergambar dengan nama masjid tersebut.


Lokasi masjid ini tidak begitu jauh dari Taman Delonix. Kalian bisa menempuhnya dengan berjalan kaki apabila ingin sekalian singgah ke sini.
Aku langsung terpukau ketika bang ojol menurunkanku depan masjid. Wah masjid ini cantik sekali. Kental sekali corak Tionghoanya, dari ornamen, warna merah dan emas, serta keberadaan lampionnya.

Masjid ini selintas mirip dengan klenteng. Ada pagodanya juga di bagian atas. Kuhitung ada lima yang memiliki makna akan rukun Islam. Bangunan ini kental dengan gaya China karena pemiliknya sdalah mualaf Tionghoa, putra dari Tjia Khang Hoo, yang bernams Budiman Tjia.
Kawasan Pekayon ini rupanya juga multietnis dengan cukup banyaknya suku Betawi yang tinggal di sini dan salah satu kawasan yang menjunjung toleransi beragama. Tak jauh dari masjid ini juga ada gereja dan wihara yakni GKP Yeruel dan Cetiya Rumah Dhamma. Kubaca pada tahun 2023 para hante (biksu) dari Thailand diundang untuk singgah ke masjid ini setelah beribadah ke wihara.

Sayangnya waktu aku ke sini masjidnya sedang tutup. Meski dibuka sejak pukul 9 pagi hingga 9 malam, selepas Ashar masjid ini ditutup untuk dibersihkan hingga waktu Maghrib tiba
Alhasil bagian dalam masjid hanya bisa kulihat dari luar.
Bagian pria dan wanita dipisahkan per sayap. Ornamennya merupakan perpaduan Tionghoa, Betawi, dan Islam dengan kaligrafi dan lisplang (papan tepi atap) dengan corak gigi balang khas Betawi.

Wah sayang aku belum bisa mencoba merasakan beribadah ke masjid ini. Mungkin kapan-kapan singgah lagi ke Masjid Tjia Khang Hoo ini.

Sepintas lihat gerbangnya, seperti klenteng, kalau ndak dibaca plang namanya bisa keliru.