
Hari ini sebuah film pendek sedang ngetren. Ia banyak dibahas di kanal medsos seperti Twitter dan grup percakapan. Judulnya “Tilik” atau juga bisa dimaknai menjenguk. Ceritanya berlatar di desa Bantul, Yogyakarta. Lanjutkan membaca ‘Tilik’


Hari ini sebuah film pendek sedang ngetren. Ia banyak dibahas di kanal medsos seperti Twitter dan grup percakapan. Judulnya “Tilik” atau juga bisa dimaknai menjenguk. Ceritanya berlatar di desa Bantul, Yogyakarta. Lanjutkan membaca ‘Tilik’

Hari ini cuaca mendung, namun semangat kucing-kucing muda tak surut. Mereka tetap asyik masyuk, bermain hingga badan layu. Lanjutkan membaca ‘Opal dan Pohon Mangga’

Hari ini negeriku merayakan momen yang sangat penting. Momen peringatan kemerdekaan. Tujuhpuluh lima tahun yang lalu adalah sebuah peristiwa bersejarah yang memberikan dampak besar bagi Indonesia. Lanjutkan membaca ‘Dirgahayu Republik Indonesia’

Hawa liburan panjang memang berbeda. Meski hampir lima bulan ini aku bekerja dari rumah, tetap saja aku bisa menandai kapan liburan itu tiba. Hawanya berbeda. Setidaknya tak ada percakapan membahas pekerjaan. Dan yang paling menyenangkan adalah suasana pagi harinya. Tenang. Tanpa tergesa-gesa. Lanjutkan membaca ‘Kopi Hitam Pagi Hari’

Tahun ini perayaan kemerdekaan RI terasa kurang semarak. Hanya ada bendera yang dipasang di tiap rumah. Itupun tak semuanya memasangnya. Umbul-umbul merah putih yang dulu ramai di tiap gang dan di gapura juga jarang ditemui. Tak ada lomba tujuhbelasan di kampung. Suasana sepi ini berbanding terbalik di ranah maya. Tujuhbelasan tetap semarak, dirayakan secara virtual.