
Ketika aku kecil ada dua momen yang kusuka. Momen malam takbiran dan ketika lampu padam. Ketika remaja aku paling menikmati momenku bersama radio dan tape recorder. Saat dewasa aku paling suka Jumat malam. Lanjutkan membaca ‘Ketika Aku’


Ketika aku kecil ada dua momen yang kusuka. Momen malam takbiran dan ketika lampu padam. Ketika remaja aku paling menikmati momenku bersama radio dan tape recorder. Saat dewasa aku paling suka Jumat malam. Lanjutkan membaca ‘Ketika Aku’

Minyak itu kupanaskan dalam penggorengan. Bumbu halus yang terdiri dari duo bawang putih dan bawang merah juga cabai merah dan tomat kumasukkan. Kuaduk-aduk hingga harum semerbak. Harumnya memenuhi ruangan. Aku memasukkan butiran telur rebus. Bumbu dan telur kuaduk. Kemudian kutambahkan air dan kuungkep hingga masak. Lanjutkan membaca ‘Memasak’

Dalam film debut Wiro Sableng 212, ada banyak lawan yang masuk dalam gerombolan yang dipimpin Mahesa Birawa. Sebagian lawan ini sebenarnya diceritakan dalam buku yang berbeda dan tidak satu waktu. Nah, di antara tujuh musuh berikut siapakah yang menurutmu paling keren dan paling membahayakan? Lanjutkan membaca ‘Lawan-lawan Wiro Sableng 212, Siapa Paling Keren?’

Era digital ini membuat warganet mudah untuk mengekspresikan diri dan memberikan opininya. Namun ada kalanya mereka lupa bahwa ketika di dunia maya, etika di dunia nyata juga perlu diterapkan. Jangan hanya karena merasa di dunia maya ia bisa menyaru sebagai anonim. Padahal kata-kata di dunia maya itu bisa menjadi senjata, atau malah jadi bumerang. Lanjutkan membaca ‘Mengkritisi Bukan Mencaci’

Puspa, apakah Kamu sudah benar-benar terproteksi? Dalam sebuah diskusi perencanaan keuangan, aku kagok juga ditanyai seperti itu. Kalau yang dimaksud terproteksi itu asuransi maka aku sudah punya asuransi kesehatan dan asuransi ketenagakerjaan dari BPJS dan BPJS-K. Tapi untuk asuransi jiwa dan asuransi lainnya rasanya aku belum memilikinya. Seberapa penting sih untuk benar-benar terproteksi? Lanjutkan membaca ‘Apakah Kalian Sudah Terlindungi?’