
Aku dan Nero bak kakak beradik. Ia kucingku yang lucu dan baik hati. Tanpa dirinya aku merasa sepi.
Saat terpaksa meninggalkan rumah, aku selalu mencemaskan Nero. Ia menjadi kurusan ketika kutinggal di rumah, membuatku gelisah dan merasa bersalah. Namun, aku juga kebingungan membawanya ke rumah petak. Bagaimana jika aku pergi? Apakah ia bakal kabur dan menghilang? Aku cemas sekali dan ini membuatku stress berkepanjangan. Lanjutkan membaca ‘Aku dan Nero’




