Seperti Apa Sih Musik Jerman Barat Era 1979-1989

•Mei 17, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Saat masih kecil saya ingat artikel di majalah Jakarta-Jakarta yang membahas penyatuan kembali (reunifikasi) Jerman. Setelah perang dunia kedua memang Jerman terpecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur dimana reunifikasi terjadi pada tahun 1990. Seperti apakah dinamika musik Jerman era 1979-1989? Lanjutkan membaca ‘Seperti Apa Sih Musik Jerman Barat Era 1979-1989’

Nonton Film Cuma-Cuma Tentang Perempuan di PIFF 17-19 Mei

•Mei 16, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kalian bisa menonton film secara cuma-cuma di sebuah festival film yang khusus bertemakan perempuan. Ya, Plaza Indonesia Film Festival (PIFF) kembali menghelat acara nonton gratis bagi penggemar film pada 17-19 Mei 2017. Caranya? Simak berikut. Lanjutkan membaca ‘Nonton Film Cuma-Cuma Tentang Perempuan di PIFF 17-19 Mei’

Jelang Ramadhan, Jogja Adakan Festival Pisungsung Ruwahan

•Mei 15, 2017 • 2 Komentar

Saat akhir pekan lalu ke Jogja (13/5) rupanya ada festival tahunan menyambut bulan suci Ramadhan. Saya menonton pawai kultural ini di sekitar Pasar Ngasem yang diikuti banyak peserta dari kelurahan Kadipaten. Lanjutkan membaca ‘Jelang Ramadhan, Jogja Adakan Festival Pisungsung Ruwahan’

Dendam dan Misteri Masa Lampau dalam Brimstone

•Mei 14, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sesuatu yang buruk dan busuk terkadang tersamarkan oleh penampilan yang membius.

Liz (Dakota Fanning) hidup nyaman bersama kedua anak dan suaminya, Eli (William Houston). Ia bekerja sebagai bidan di sebuah desa kecil sedangkan suaminya memiliki peternakan domba. Liz biasanya tenang. Namun, Wajahnya seketika pias dan ia sadar hidupnya tak bakal lagi tenang sejak hadirnya seorang pendeta baru (Guy Pearce). Lanjutkan membaca ‘Dendam dan Misteri Masa Lampau dalam Brimstone’

Nero dan Kucing-kucing Rumah Petak

•Mei 12, 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nero sempat kuajak untuk menginap di rumah petak. Ini kali kedua kuajak dan sayangnya ia masih tidak kerasan dan ingin kembali ke rumah, habitat aslinya. Ia sering menangis pada malam harinya, sehingga hanya dua malam ia kuajak tinggal bersama. Saat di rumah petak ia sempat berinteraksi dengan kawan-kawan baru, tiga ekor kucing liar. Lanjutkan membaca ‘Nero dan Kucing-kucing Rumah Petak’