
Sepertinya musim kemarau hadir lebih dini. Sudah beberapa hari ini Jakarta begitu gerah hingga pada larut malam ini. Gerah sekali. Aku pun mandi malam agar suhu badan lebih dingin. Lanjutkan membaca ‘Gerahnya, Makan Es Deh’


Sepertinya musim kemarau hadir lebih dini. Sudah beberapa hari ini Jakarta begitu gerah hingga pada larut malam ini. Gerah sekali. Aku pun mandi malam agar suhu badan lebih dingin. Lanjutkan membaca ‘Gerahnya, Makan Es Deh’

Wah aku baru mengetahui fitur wordpress berubah. Fitur klasik menghilang, sulit ditemukan. Duh padahal itu fitur favoritku yang membuat menulis terasa sederhana. Lanjutkan membaca ‘Mendengar’

Malam ini aku bermacet-macet ria menuju Pasifik Place untuk menghadiri pembukaan Festival Sinema Australia. Wah aku salah turun, tadi jangan turun di Stasiun LRT Pancoran. Duh macetnya bikin pusing duluan. Lanjutkan membaca ‘Festival Sinema Australia Pun Tiba’
Selepas menyaksikan “Para Perasuk”, aku jadi penasaran dengan dunia alam sambetan. Dulu setiap menyaksikan atraksi seperti Reog dan kuda lumping, juga jathilan, bawaannya kagum dengan nuansa mistis. Namun, usai nonton film ini jadi punya pandangan lain. Lanjutkan membaca ‘Buku Saku Pesta Sambetan yang Bikin Tertawa’
Lepas matahari terbenam, penerangan bermasalah. Jadilah mati lampu lokal. Satu gardu padam semua. Aku terkena apesnya. Lanjutkan membaca ‘Temaram’