Kapten Kolor yang Kocak

•April 7, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bertahun-tahun silam aku punya kegemaran mengoleksi dan membaca buku-buku yang kocak. Ada kisah di Jennings yang ada saja kelakuannya yang membuat tertawa hingga suatu ketika aku menemukan buku “Captain Underpants” alias Kapten Kolor di sebuah pameran. Malam-malam ada sesorang di sebuah kamar di kosan yang tertawa terbahak-bahak. Lanjutkan membaca ‘Kapten Kolor yang Kocak’

Kisah Wabah Misterius dan Zombie dalam “Zeta:The Dead Awaken”

•April 6, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tahun 2019 bioskop Indonesia bisa dibilang menjadi bancakan genre horor. Hampir tiap minggu ada saja film horor yang ditayangkan. Ceritanya mirip-mirip dan sebagian besar terkesan numpang lewat karena ceritanya tak berkesan dan hanya berhasil tayang dalam kisaran beberapa hari  di layar. Film “Zeta: When The Dead Awaken” termasuk genre horor yang berbeda. Lanjutkan membaca ‘Kisah Wabah Misterius dan Zombie dalam “Zeta:The Dead Awaken”’

Lagu-lagu Menyesapi Pahit dan Sedih ala Damien Rice

•April 5, 2020 • 3 Komentar

Intro lagu itu aku mengenalnya. Aku mendengarkannya baik-baik, antara terpaku dengan band tersebut dan melamun. Lagu itu selalu berhasil menyita perhatianku. Lagu yang pahit, sedih, dan sepi sekaligus indah. “The Blower’s Daughter milik Damien Rice. Lanjutkan membaca ‘Lagu-lagu Menyesapi Pahit dan Sedih ala Damien Rice’

Empath

•April 4, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

Empati berbeda dengan simpati. Simpati adalah rasa belas kasih terhadap orang lain. Misalnya kita bersimpati ketika ada kabar duka menimpa seseorang. Sedangkan empati adalah kemampuan untuk berada di posisi orang tersebut. Ketika seseorang bercerita ia merasakan tubuhnya sakit dan lapar maka kita seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang tersebut. Kita kemudian langsung tergerak untuk membantunya.
Lanjutkan membaca ‘Empath’

Masa Resesi, Investasi, dan Pekerja Harian yang Mudik

•April 3, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dua minggu berlalu dan terasa buruk. Kerja dari rumah (work from home) yang sedianya hanya berlaku hingga 27 Maret pun diperpanjang hingga waktu yang dirasa kondusif. Bekerja dari rumah ini tidak semuanya bisa melakukannya. Sektor jasa dan layanan publik tetap perlu datang meskipun waktu pelayanannya banyak dipangkas dan dilakukan modifikasi antrian dan pengaturan duduk di ruang tunggu. Seperti yang diduga sebagian pihak, masa resesi mulai hadir, apakah Kalian sudah bersiap menghadapinya? Lanjutkan membaca ‘Masa Resesi, Investasi, dan Pekerja Harian yang Mudik’