
Saya bukan orang yang mudah lelap. Mungkin banyak orang-orang yang juga seperti saya, perlu melakukan aktivitas seperti membaca atau mendengar musik terlebih dahulu. Berikut lagu-lagu yang saya rekomendasikan sebagai pengantar tidur. Musik-musik mellow yang membuat perasaan nyaman dan siap ke alam mimpi Lanjutkan membaca ‘Lagu-lagu Pengantar Tidur’
Lagu-lagu Pengantar Tidur
•November 9, 2013 • 4 KomentarSelamat Hari Pahlawan!
•November 9, 2013 • Tinggalkan sebuah KomentarKetika masih tinggal di Surabaya, ada agenda tahunan yang membuat suasana heroik seakan meresap di urat nadi masyarakat Surabaya. 10 November yang diperingati sebagai hari pahlawan oleh pemerintah. Apakah masih ada pahlawan di antara kita? Lanjutkan membaca ‘Selamat Hari Pahlawan!’
Enigma yang Mengulum misteri
•Oktober 28, 2013 • 4 KomentarSejak kemunculan lagunya yang bertajuk Return to Innocence, saya tertarik dengan kelompok musik yang menyebut dirinya sebagai Enigma. Enigma sendiri berarti sesuatu yang sulit dipahami dan dijelaskan. Dan seperti namanya, lagu-lagu Enigma adalah lagu yang unik dan seperti mengulum misteri. Band beraliran new age atau juga bisa disebut band dengan musik chill out ini memiliki lagu-lagu yang variatif dibandingkan dengan kelompok musik lainnya yang bergenre sama. Lanjutkan membaca ‘Enigma yang Mengulum misteri’
Menuju Bali: #Naik Gumarang ke Surabaya Penuh Canda
•Oktober 25, 2013 • 4 KomentarBanyak orang beranggapan naik kereta itu enak. Tinggal duduk atau tidur, tidak terasa akan tiba di tujuan. Namun, bagi para pengembara solo, naik kereta sendirian perlu banyak persiapan. Apalagi dengan maraknya kasus pencurian barang di kereta. Maka saya pun mempersiapkan diri agar bisa nyaman dan aman di kereta. Namun, kekuatiran saya ternyata tidak terbukti, berganti dengan suasana penuh gelak tawa gara-gara serombongan keluarga yang heboh nan lucu yang berada persis di depan saya.
Lanjutkan membaca ‘Menuju Bali: #Naik Gumarang ke Surabaya Penuh Canda’
Dari Ibukota Menuju Bali dengan 200 Ribu Perak
•Oktober 20, 2013 • 2 KomentarKetika ada acara konferensi TI di Bali dan saya menjadi salah satu peserta, saya kelimpungan mencari tiket pesawat. Rupanya pada akhir September Bali sangat sibuk, akibatnya harga tiket pesawat pun melambung. Harga termurah dengan jadwal yang tidak enak dikenakan Rp 750 ribu. Saya mulai berpikir keras, naik pesawat memang enak dan cepat, tapi harganya harus saya kalikan dua kali lipat untuk perjalanan baliknya. Belum lagi urusan makan, transportasi menuju tempat seminar, dan tempat menginap. Wah bikin makin sesak nafas saja. Akhirnya terlintas di benak untuk melakukan perjalanan via darat. Dengan bekal di bawah Rp 1 juta dapatkah saya melakukan perjalanan pulang pergi ke Bali? Ternyata bisa. Bahkan dengan Rp 200 ribu saya sudah bisa tiba di tempat konferensi dengan segar bugar. Lanjutkan membaca ‘Dari Ibukota Menuju Bali dengan 200 Ribu Perak’




