
Melihat kue basah bundhar berwarna hijau dan berselimutkan parutan kelapa itu aku teringat masa lalu. Sebuah kisah yang lucu. Tentang kelepon dan bisul. Lanjutkan membaca ‘Kelepon’


Melihat kue basah bundhar berwarna hijau dan berselimutkan parutan kelapa itu aku teringat masa lalu. Sebuah kisah yang lucu. Tentang kelepon dan bisul. Lanjutkan membaca ‘Kelepon’

Aku tahu ia baru menangis. Matanya masih merah dan ada kabut di matanya. Ia berupaya menutup kesedihannya itu dengan gelak tawa yang seolah-olah dibuat-buat. Tapi matanya yang sayu tak bisa menutupi kemuramannya. Ada apakah Diana? Mengapa Kamu berduka? Lanjutkan membaca ‘Makanan Penyembuh Duka’

Sabtu malam langit Jakarta cerah. Asyiknya jalan-jalan sebentar menghirup udara segar. Kemana ya? Arah ke mal dan ke Bogor padha penuh sesak. Hemmm makan bebek goreng Madura saja. Lanjutkan membaca ‘Kucing Pencuri Bebek Goreng’

“Jajan serabi yuk!” Nita mengajakku yang asyik bengong sambil menatap acara televisi. Lanjutkan membaca ‘Jajan Serabi’

Waktu kecil aku sering mendengar lagu berjudul Take on Me. Lagu ini kerap diputar di radio masa itu. Oleh karena lagunya yang bernuansa disko dan energik maka aku dulu mengiranya lagu untuk senam aerobik. Ternyata lagu berjudul Take on Me ini dulu sangat populer dan hingga sekarang termasuk lagu yang banyak di-cover. Selain iramanya yang energik dan vokal penyanyinya yang unik, video klipnya termasuk unik dan inovatif masa itu dengan menggabungkan konsep riil dan animasi. Lagu ini juga laris dibawakan ulang oleh berbagai musisi dengan irama pop, akapela, rock, hingga ala ska. Lanjutkan membaca ‘A-ha dan Take on Me’